Kamis, 04 Juni 2009

Sungguh tidak mudah menjadi orang tua


Kemarin siang, seperti biasa pk 11.10 waktunya Farah tiba di rumah sepulang sekolah, bunda selalu telepon menanyakan apa saja kegiatan Farah disekolahnya tadi,..
Farah bercerita, kalau kemarin itu ia melakukan suatu kesalahan, dan kesalahan itu adalah memukul wajah ibu gurunya disekolah.
MasyaAllah,….bunda terpana mendengarnya,…koq bisa…??
Farah sempat bercerita banyak di telpon,..dan bunda ulangi lagi menanyakan kejadian itu kembali, sesampainya bunda dirumah sore harinya,..masih sama, tidak ada yang berubah.
Bunda berusaha untuk tidak memarahi Farah, tetapi tidak juga membenarkan sikapnya yang seperti itu,…
Sungguh, yang bunda rasakan bingung, mau menangis, dan merasa sangat bersalah sekali terhadap Farah,..sehingga anak bunda sampai bisa berkelakuan seperti itu…
Tentu itu semua kesalahan bunda,…maafkan bunda ya Nak,…
Semalaman bunda tak bisa tidur memikirkan hal ini, tak sabar ingin bertemu gurunya di Sekolah,..ingin membandingkan cerita versinya Farah dengan yang terjadi di sekolah kemarin,..
Agak kesiangan memang tadi kita tiba di sekolah, jadi semua teman dan gurunya sudah bersiap-siap masuk kelas, bunda dan Bunda Midah (gurunya yang mendapat perlakuan kasar Farah kemarin) berbicara dihalaman sekolah saja. Awal bertemu bunda menanyakan “koq bisa?”…lalu bunda Midah mulai menceritakan rentetan kejadian kemarin siang…
Awalnya bunda Midah meminta Farah untuk menceritakan kembali apa yang sudah disampaikan bunda Midah dihari sebelumnya, memang menggunakan buku bergambar yang ada tulisannya,..nah disini letak kesalahpahamannya,…menurut versinya Farah, ia dipaksa untuk membaca, sedangkan memang hingga kini Farah belum bisa membaca, karena memang disekolahnya belum ada pelajaran membaca, hanya beberapa temannya saja yg memang sudah bisa membaca,…
Farah mungkin panic, jadi beranggapan harus dapat membaca pada saat itu,..lalu bunda Midah meninggalkan untuk memberikan kesempatan temannya yang lain, Farah merasa ditinggalkan, .nah disinilah awal dari semuanya,…hingga Farah mengamuk dan melayangkan pukulannya kewajah gurunya hingga 3 kali,…nak…nak…..
Bunda sungguh minta maaf atas kelakuan Farah itu ke bunda Midah,..dan ini menjadi bahan intropeksi bunda Midah dan bunda pastinya,…bunda berfikir mungkin bunda yang terlalu keras terhadap Farah, atau bunda yang terlalu berharap banyak agar Farah tidak menangis lagi di sekolah,…memang..setelah bunda ingat-ingat lagi,…beberapa minggu yang lalu, Farah sering sekali dibuat menangis oleh temannya di sekolah, dan bunda mengajarkan agar Farah kuat, tidak boleh menangis, jika ada yang mengganggu Farah atau Farah merasa tidak senang, hadapi, pukul kalau perlu,…Farah tidak boleh lemah dan cengeng…
Ternyata, saran bunda itu dicerna Farah, dan berlaku untuk siapa saja, termasuk dengan gurunya……sungguh bunda menyesaaalll..sekali, bunda merasa salah dalam membimbing Farah,…maafkan bunda ya Nak,…bunda berjanji akan merevisi semua yang salah dan sudah keluar jalur dalam mendidik Farah..
Maafkan bunda ya Nak,..kalau hal ini membuat Farah tidak nyaman, membuat Farah bingung, harus seperti apa,…sekali lagi maafkan bunda Nak,..
Jujur, sungguh hati bunda perih & pedih sekali, dengan Farah seperti itu, sudah pasti mendapat sedikit hukuman oleh gurunya,…maafkan bunda nak…
Memang ya,..anak bagaikan kertas putih polos, semua tergantung bagaimana kita selaku orang tua yang membimbing, mengarahkan dan memberikan contoh….sungguh tak mudah menjadi orang tua….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar